Jumaat, 30 Mac 2018

KHUTBAH JUMAAT



Jangan Bersedih, Selagi Anda Beriman Kepada Allah

Keimanan adalah rahsia di sebalik kerelaan, ketenangan dan rasa aman. Sebaliknya, kebingungan dan kesengsaraan selalu mengiringi kekufuran dan keraguan. Sering saya melihat orang pandai - bahkan orang genius - yang jiwa mereka hampa dari cahaya risalah sehingga pernyataan-pernyataan mereka terhadap perkara-perkara yang berhubungan dengan syariat sangat menyakitkan.

Pendapat Abul 'ala al-Ma'arri tentang syariat: "(Semua yang ada hanyalah) pertentangan dan kita hanya boleh diam."

Sedangkan pendapat Ar-Razi: "Puncak dari keberanian akal adalah keterbelengguan."

Al-Juwaini mengatakan: "Dia tidak tahu di mana Allah berada. Al-Hamadani telah membuatku bingung, Al-Hamdani membuatku bingung, Al-Hamadani membuatku bingung."

Ibnu Sina mengatakan: "Sungguh, akal yang aktiflah yang akan berpengaruh di dunia ini."

Elia Abu Madhi berkata:
Aku tidak tahu dari mana aku berasal.
Meski demikian aku jalani saja hidup ini.
Aku turuti ke mana kaki melangkah.

Dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan lain yang memiliki makna serupa dan dengan kadar kedekatan dan kejauhan yang berbeza terhadap kebenaran.

Saya menjadi tahu bahawa dengan keimanan, manusia akan dapat menggapai bahagia dan dengan kebingungan dan keraguannya dia menjadi sengsara. ungkapan-ungkapan berikut sama ertinya dengan yang telah disebutkan di atas, yang semuanya merupakan kata-kata sombong yang diucapkan oleh Firaun seorang pelaku dosa besar:

...aku tidak mengetahui Rabb bagimu selain aku...
(Al-Qasas : 38)

...(seraya) berkata: "akulah Rabbmu yang paling tinggi."
(An-Nazi'at : 24)

Sungguh, sebuah kekufuran yang telah memporak-perandakan dunia.

James Alien penulis buku How Man Thinks, mengatakan: "Manusia akan tahu bahawa setiap kali manusia mengubah cara pandangnya terhadap sesuatu dan orang lain, maka sesuatu dan orang lain itu akan berubah sikap terhadap dirinya. Biarkanlah orang akan mengubah cara berfikirnya dan kita akan terpeanjat terhadap betapa cepatnya kehidupan materialnya berubah. Sesuatu yang suci yang membentuk tujuan kita adalah diri kita sendir."

Tentang pemikiran yang salah dan pengaruh yang ditimbulkannya.

Allah S.W.T. berfirman:
Tetapi mereka menyangka bahawa Rasul dan orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu dan kamu telah menyangka dengan sangkaan buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.
(Al-Fath : 12)

...mereka menyangka dengan sangkaan yang tidak benar kepada Allah seperti sangkaan orang jahiliyyah...
(Ali-'Imran : 154)

James Alien berkata kembali: "Semua yang telah direalisasikan oleh manusia tidak lain merupakan hasil secara langsung dari pemikiran-pemikiran peribadinya. Manusia mampu bangkit, menang dan meraih tujuan-tujuan hidupnya dengan fikirannya. Dia akan sentiasa lemah dan celaka jika menolak untuk memahami ini semua."

Allah S.w.T. berfirman tentang tekad yang kuat dan pemikiran yang benar:

Dan, jika mereka mahu berangkat, tentulah mereka akan menyiapkan persiapan untuk keberangkatan mereka...
(At-Taubah : 46)

Dalam firmanNya yang lain:
Sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah akan menjadikan mereka mendengar...
(Al-Anfal : 23)

...maka Allah mengetahui apa yang ada di hati mereka lalu Dia turunkan ketenangan atas mereka...
(Al-Fath : 18)



Rujukan :Jangan Bersedih - Setelah Kesulitan Pasti Ada Kesenangan

Penterjemah :
Noraine Abu

Penyunting :
Dr. Mohd Puzhi Usop

Diterbitkan oleh :
Al-Hidayah Publication
27, Jalan DBP, Dp, Dolomite Business Park, 68100 Batu Caves, Selangor.

1 ulasan:

  1. jazakallah khair πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸΌ☝☝

    BalasPadam

Komen anda Di Trace melalui Pengimejan satelit langganan kami